Mod Podge pakai kain

Ini proyek ke 7 dari petualangan saya menggunakan Mod Podge. Kenapa petualangan? Karena begitu banyak hal yang masih harus saya pelajari setiap kali saya menggunakan Mod Podge. Kerapian dan ketelatenan adalah poin paling utama yang harus lebih saya perhatikan dalam decoupage. Padahal kedua poin inilah titik lemah saya dalam mengerjakan hal-hal yang berbau kerajinan tangan … sejak saya masih seorang murid SD. Duh !!

Untuk eksperimen kali ini, saya memilih untuk menggunakan kain. Selain karena motifnya yang lebih cocok untuk anak lelaki saya (setelah keliling ke sekian toko dan tidak menemukan kertas kado bermotif ‘cowok’ !), mengerjakan decoupage dengan media kain ternyata jauh lebih mudah daripada dengan media kertas kado.

Ada beberapa poin kelebihan kain dibandingkan dengan kertas kado.

1. Motif kain jauuuuhhh lebih banyak daripada motif kertas kado. Kecuali saya beli kertas scrapbook impor yang mahal itu, atau mencari motif lewat internet dan di-print sendiri

2. Tekstur kain jauh lebih kaku dibandingkan tekstur kertas. Khususnya saat bertemu dengan formula Mod Podge yang cenderung basah. Kalau tidak hati2, kertas mudah robek pada saat digosok (dihaluskan untuk menghindari timbulnya gelembung udara) setelah ditempelkan.

Selain itu saya juga menemukan cara untuk membuat kain jadi lebih mudah dipotong, di sini.

Link di atas adalah trik agar kain bisa dipotong dengan mudah, seperti memotong kertas. ini bedanya

P1060220

Ini yang dipotong sebelum kain dilapisi Mod Podge. Pinggiran kain jadi berantakan !

P1060226 P1060230

P1060226

ini yang dipotong setelah kain dilapisi dengan lapisan tipis Mod Podge. Pinggiran kain jadi lebih rapi. Padahal saya menggunakan silet untuk memotongnya (tetap lebih baik menggunakan gunting saja deh)

P1060216

Ini proyeknya : tas map punya anak lelaki saya. Motif polkadot ternyata berkesan feminin untuk anak umur 7 tahun … 🙂

P1060217

Ini kain yang akan saya tempel ke tas map tadi. Awalnya kain ini mau saya buatkan sarung guling anak lelaki saya (minus serutan di kedua ujungnya, supaya lebih mirip bantal). Tapi sisanya masih banyak kok. Jadi rencana membuat sarung guling masih bisa dijalankan 😉

P1060219

Sebelum dipotong, saya membuat pola dulu dengan menggunakan marker

P1060241

Ini dia hasilnya

P1060237

Dan bagian bawah tas map, sebelum sisi sebaliknya dipasang

P1060239

Ini contoh ‘ketidak-rapian’ pekerjaan saya : pinggiran kain yang kurang ‘smooth’. Untung bukan barang jualan …..

Oya, pemakaian Mod Podge yang irit ternyata sangat menguntungkan!. Mod Podge Gloss saya jadi tidak cepat habis. Lagian, dengan lapisan Mod Podge yang tebal, hasil decoupage saya malah jadi tidak keruan. Mungkin karena permukaan yang di-decoupage terlalu basah, sehingga merapikannya jadi susah.

MOD PODGE SAMPLE CONTAINER

MOD PODGE SAMPLE CONTAINER 2

Berminat pada Mod Podge? Langsung aja ke sini

Sampai jumpa di post berikutnya dari The House We Called Ours

Tuhan Yesus memberkati !!

Advertisements

Project terbaru menggunakan Mod Podge

Biarkan foto berbicara jauuuuuh lebih banyak ….

Bando Mod Podge !!!

headband mod podge 1

headband mod podge 2

Image

Image

Image

Image

head band mod podge 7

Botol sampo yang dilapis Mod Podge (eksperimen ketahanan terhadap air)

shampoo bottle mod podge 1

shampoo bottle mod podge 2

shampoo bottle mod podge 4

Sampai jumpa di post berikutnya

Tuhan Yesus memberkati kita semua!!!