bob the builder

Adalah sebuah mujizat bila saat ini saya dan suami bisa memulai pembangunan rumah kami. Karena pada dasarnya, tabungan kami sangat jauh dari mencukupi untuk membangun sebuah rumah….Dan dalam hati saya sudah ‘menyerah’, ‘gapapa ga punya rumah sendiri, asal bahagia bersama suami dan anak’.

Jadi saat ada berita bahwa dana siap diberikan pada kami untuk membangun rumah, kami yakin bahwa hanya karena kemurahan TUHAN maka dana itu ada. Dan datangnya pun pada saat kami sudah ‘angkat tangan’,  pada posisi pikiran, ‘diberi : puji TUHAN, tidak diberi : HALELUYA’. Pokoknya TUHAN selalu baik dan segala sesuatunya selalu indah pada waktu TUHAN.

Berita tentang rencana kenaikan BBM membuat kami agak ‘panik’, karena kuatir harga bahan bangunan akan naik drastis. Jadi dalam 1 minggu ini kami bergegas meneken kontrak (walaupun nilainya kecil) dengan beberapa bahan dasar yang paling dibutuhkan, yaitu besi beton, semen, dan batu/pasir/koral.

exterior 2(courtesy of mr. CM, Surabaya)

Kami tidak berminat membangun rumah besar yang berpenampilan mirip istana, kok. Yang kami inginkan hanyalah sebuah rumah kecil, dengan kebun yang cukup lapang, sehingga bisa menghidupi kami sekeluarga. Impian saya sih, kami bisa memelihara beberapa binatang yang bisa diambil dagingnya (dan telurnya, tentu saja)

Jadi di sinilah saya sekarang. Berusaha menata hidup sebagai seorang istri, ibu, penjual di olshop, arsitek dadakan (mimpi yang tidak agak terwujud), dan  perencana pembangunan the house we called ours

Ikuti terus pengalaman saya membangun (kali ini beneran!) the house we called ours

Tuhan Yesus memberkati 🙂

Advertisements

Membuat sarung bantal pakai setrika

Sesuai janji saya sebelumnya, di post ini saya mencoba berbagi cara membuat sarung bantal. Kalau biasanya sarung bantal dibuat dengan menggunakan kain dan mesin jahit, di sini saya menggunakan setrika sebagai ‘senjata sahabat’ saya.

Peralatan utamanya adalah ini :

IMG_20130604_222454

Heat ‘n Bond ULTRAHOLD produksi thermoweb. Heat ‘n Bond ini adalah sejenis selotip 2 sisi, yang fungsinya bisa menggantikan mesin jahit. Khususnya bagi kita yang tidak pernah/tidak akrab dengan mesin jahit.

Heat ‘n Bond saya kali ini lebarnya 220 mm, dengan panjang sekitar 9 meter. Karena terlalu lebar untuk dipakai membuat keliman kain, saya mengguntingnya menjadi 2 (dengan harapan bahwa walaupun digunting, fungsinya tidak akan berubah)

P1060561

dan ….. berhasil !!!

Cara menggunakan Heat ‘n Bond (atau hemming tape) ini mudah sekali :

Letakkan tape di kain (bagian dalamnya) dengan bagian kertas menghadap ke atas.

Setrika selama kurang lebih 10 detik, dan biarkan dingin.

Setelah itu buka bagian kertasnya, lipat kain, dan setrika lagi sampai kain melekat menjadi keliman sempurna.

Terakhir, setrika keliman dari bagian luar (bagian bermotifnya)

Secara keseluruhan,  peralatan lengkapnya adalah :

P1060558

1. Bantal yang akan dipasangi sarung (untuk ukurannya)

2. Hemming tape

3. Gunting

4. Meteran

5. Setrika

6. Kain

Dan tentu saja alas untuk menyetrika. Bisa meja setrika, atau meja biasa yang diberi alas tebal sebagai penahan panas.

Saya menggunakan 2 metode dalam memasang  hemming tape.

Yang pertama, saya meletakkan hemming tape persis di bagian pinggir kain. Seperti ini :

P1060562

Bagian ujung sedikit saya lebihkan, supaya pada saat kain disetrika, hemming tape bisa terpasang sampai ke ujung kain.

P1060564

Setelah dibiarkan dingin, saya mengelupas bagian kertasnya, dan melipat pinggiran kain sambil disetrika. Setelah semua keliman terpasang, saya menyetrika bagian depan kain.

P1060565

Ini dia kelimannya setelah jadi :

P1060567

Cara kedua, saya meletakkan hemming tape agak ke tengah dari pinggiran kain

P1060568

Dan karena potongan kainnya miring, ada bagian hemming tape yang terpasang miring ke bagian pinggir kain. Tenang saja, tape tetap melekat dengan baik, kok 🙂

P1060570

Setelah itu saya melekatkan hemming tape untuk membentuk kantung buat bantalnya

P1060572

Nah, di bagian ini saya membuat kesalahan. Seharusnya saya memotong kain selebar 110 * 55 cm, jadinya malah 110 * 110 cm. Dan akhirnya saya harus memodifikasi sarung bantal yang kebesaran ini supaya bisa digunakan.

Akibatnya bagian belakang sarung bantal jadi seperti yang ditunjukkan oleh panah merah itu (berantakan!!)

P1060576

Untung bagian depannya cukup rapi, sehingga tidak terlalu mengecewakan hati … hiks hiks ….

P1060575

Bakal ada sarung bantal ke 2, 3, 4, dst nih kayaknya…. Karena saya pasti akan mencoba berkali-kali sampai bisa membuat sarung bantal yang baik dan benar. Tentu saja dengan bantuan hemming tape dan setrika saya 🙂

Terima kasih telah mengikuti perjalanan saya menjadikan the House We Called Ours

Tuhan Yesus memberkati !!!!