Dari meja sang arsitek

Ternyata menggambar denah rumah itu susah banget ya ! Setelah mengumpulkan begitu banyak denah rumah, begitu banyak gambar interior dan eksterior selama bertahun – tahun (sejak kuliah!), sekarang begitu di meja gambar langsung ………… (terdiam, terpaku, termenung)

Sempat pakai jasa arsitek di kota besar dan menghasilkan 8 kali perubahan, akhirnya saya menyerah dan memilih untuk menggambar sendiri dengan menggunakan website gratis : floorplanner

Dibongkar, dirubah, dikecilkan, dibesarkan, dilebarkan, dibuat memanjang, dibuat melebar, diputar, dan dibongkar lagi …. dan hati masih saja ragu-ragu. Sudah 3 tahun menghadapi meja gambar virtual, akhirnya saya dan suami menyepakati satu gambar

final design

Kalau dibilang bahwa ini yang terbaik untuk kami, sebetulnya tidak. Karena saya dan suami menyukai aliran desain yang sangat bertolak belakang. Saya suka aliran country, cottage, shabby chic. Sementara suami menyukai aliran kontemporer, minimalis, modern.

Tapi puji TUHAN! Waktu gambar ini dibawa ke site plan, ternyata memang inilah yang terbaik untuk lahan yang kami miliki. Karena ternyata site plan di atas kertas dan dalam kenyataan berbeda cukup jauh. Site plan di atas kertas sepertinya besar, luas, lebar. Sementara aslinya ternyata tidak seperti itu…..

Setelah gambar utama selesai, masih ada hal2 kecil yang harus dirundingkan. Seperti dimensi pintu dan jendela, bahannya, pakai keramik lantai atau tidak, tatanan kamar mandi, tatanan dapur, dan lain sebagainya. Padahal kami belum masuk ke bagian yang lebih ‘njelimet’, alias tetek bengek yang kecil2 tapi tidak kalah pentingnya. Antara lain : handle pintu, profil di pintu dan jendela, menentukan kitchen set, menentukan keramik dinding dan lantai (dari sekian banyak pilihan, yang kelihatannya bagus2 semua), menentukan posisi saklar dan lampu ……………………………………

Belum lagi menentukan fasad rumah….. begitu banyak pilihan, begitu banyak ide. Masalahnya, mana yang terbaik untuk rumah kami? Yang low maintenance, tidak cepat terlihat out-of-date, pengerjaan mudah, dan menyenangkan saat dipandang mata 🙂

Ikuti terus perjalanan kami mewujudkan The House We Called Ours

Tuhan Yesus Memberkati !!!!!

 

 

Advertisements

One thought on “Dari meja sang arsitek

  1. Pingback: Yang tertunda ….. | the house we called ours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s