Impian saya

Menikah adalah saat 2 orang pribadi bersatu. Dengan segala keinginan, harapan, pendapat dan kepribadian yang berbeda. Khususnya di Asia, dimana pernikahan itu melibatkan keluarga besar. Bukan hanya suami dan istri saja.
Kadang2 perbedaan ini begitu besar sehingga bisa menimbulkan konflik tersendiri, yang akan cukup panjang bila dijadikan sinetron 😀
Jadi yang saya bahas di sini adalah keinginan/impian saya akan sebuah rumah yang ideal. Bukan keinginan kami berdua, dan juga bukan keinginan saya yang disetujui suami 🙂

(demi memenuhi kuota foto yang diizinkan wordpress, dengan sangat berat hati saya terpaksa menggunakan link dari luar. Sementara beberapa foto yang terpasang disini sebagian besar berasal dari google images)

Dimulai dari bagian depan rumah/eksteriornya :

garage door

talisa

Saya suka sekali dengan spanish style yang modern, seperti ini, ini dan ini

Saya juga suka dengan penggunaan window shutter atau daun jendela seperti di bawah ini :

daun jendela 2

Sekarang mari kita masuk ke bagian dalam rumah. Saya lebih suka rumah tanpa ruang tamu. Jadi begitu masuk rumah langsung ke ruang duduk yang menjadi satu dengan dapur dan meja makan. Seperti ini :

paint-pairings 1

Kesannya lebih santai dan terbuka. Selain itu, saat memasak juga lebih menyenangkan karena bisa dilakukan sambil berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain atau saudara/sahabat yang datang berkunjung. Ada juga contoh lainnya di sini , di sini dan di sini

Mengenai perabot, saya tidak terlalu suka perabot yang kaku dan tidak nyaman. Buat saya, perabot yang tidak nyaman itu sama saja dengan pemborosan (tempat maupun uang). Tapi perabot yang nyaman dan fungsional pasti akan sangat berguna untuk sehari-hari. Seperti ini :

sliding book shelves to cover tv

Ini adalah rak buku yang juga bisa digunakan untuk menyembunyikan TV dan perlengkapan media. Karena TV seringkali dituduh sebagai ‘perusak desain’, maka jadilah perabot multifungsi seperti ini.

ty pennington organizer 2

Perabot yang ini cocok diletakkan di kamar tidur atau kamar mandi. Walaupun kelihatan seperti sebuah lemari biasa, ternyata perabot ini memiliki bagian2 yang tersembunyi di bagian sampingnya. Bahkan bagian dalam pintu lemari pun disiapkan untuk menampung barang2.

ty pennington organizer right side

Ini bagian sisi kanan dari lemari di atas. Sangat pas digunakan untuk menggantung perhiasan yang tidak memakan banyak tempat.

Perabot seperti ini yang sangat saya sukai. Sayangnya di sini jarang ada perabot semacam ini. Kalau mau, harus pergi ke tukang kayu dan minta dibuatkan sesuai keinginan. Padahal biasanya desain custom semacam itu harganya cukup mahal.

Oke, sekarang kita pindah ke dapur. Karena saya cukup sering masuk dapur, jadi keinginan saya cukup banyak juga di ruangan ini. Salah satunya adalah meja dapur yang mudah dibersihkan dan tidak sensitif (tidak berpori-pori). Kemudian juga bak cuci piring yang ergonomis dengan kran air yang tepat (saya tidak ingin membasahi seluruh lantai dapur hanya karena cipratan kran air yang tidak tepat). Dan lemari penyimpanan yang tepat, sesuai dengan kebutuhan saya.

kitchen-cabinets-with-storage

 

Lemari dapur yang memiliki laci di dalamnya seperti foto di atas adalah lemari ideal saya. Karena laci2 itu memudahkan saya untuk mengambil barang2 yang saya butuhkan. Apalagi kalau lacinya bisa ditarik maksimal. Masih ditambah dengan rak yang dipasang di bagian dalam pintu lemari……serasa terbang ke surga 🙂

disposal hole

Ini juga ide yang menarik, bila kita tidak keberatan untuk melubangi permukaan meja (tabletop, bukan top table). Tidak perlu mencari-cari tempat sampah, sampah langsung masuk ke tempat yang seharusnya.

knife drawer

Ini menurut saya adalah cara menyimpan pisau yang paling aman. Balok kayunya juga memiliki fungsi untuk memelihara kondisi pisau supaya selalu tajam dan dalam keadaan siap dipakai.

PF0408030t_1_v

 

Nah kalau foto di atas ini biasa disebut Pantry. Tapi entah kenapa, pantry dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi ‘dapur bersih’. Padahal sebetulnya pantry ini adalah tempat penyimpanan bahan makanan dan/atau peralatan memasak yang jarang digunakan.  Foto pantry yang saya pasang termasuk contoh walk-in pantry, artinya pantry yang berbentuk ruangan dan bisa dimasuki. Ada pula pantry yang hanya berbentuk lemari semacam ini atau ini

Untuk meja makan dan kursi, saya suka yang bergaya coastal atau beach house seperti ini atau ini. Kesannya santai dan informal. Saya juga suka meja makan yang dilengkapi dengan kursi rotan berbeda model, seperti di sini dan di sini

Ruangan berikutnya adalah ruang cuci atau laundry room. Kalau di Indonesia memang kita lebih banyak menggunakan jasa pembantu untuk mencuci dan jasa sinar matahari untuk mengeringkan baju. Tapi sebetulnya mencuci dengan mesin cuci membuat baju jadi lebih awet loo. Dan mengeringkan baju/cucian dengan mesin pengering butuh waktu lebih cepat dibandingkan dengan menjemur secara tradisional. Apalagi sekarang jasa pembantu makin susah didapat. Jadi saya membayangkan, kalau harus pakai mesin cuci dan pengeringnya sekaligus, kira2 ruang cuci saya seperti ini

08-wash-dry

 

yang hanya membutuhkan tempat selebar lemari 2 pintu

atau seperti ini yang membutuhkan ruangan dengan lebar sekitar 2 meter atau kurang

cottage-2008-la-house-laundry-room-xl

 

Untuk ruang tidur, saya suka ruangan yang tidak terlalu besar tapi diisi dengan perabot yang paling penting. Seperti ini bedroom 6

Yang terpenting adalah ranjang, 2 meja sebelah tempat tidur dengan 3 laci (nakas/bedside table), bangku panjang di kaki ranjang, sofa dan ottoman untuk duduk2, dan kabinet untuk TV/peralatan audio video. Tentu saja kamar mandi dalam dan ruang ganti (walk-in closet) tidak kalah pentingnya.

Untuk kamar mandi, kami hanya butuh 1 wastafel (karena kami tidak pernah menggunakannya pada saat yang bersamaan), shower dan toilet/wc. Kira2 seperti ini

shower 001

atau seperti ini, dan ini.

Bicara tentang walk-in closet, pasti semua wanita mendambakan ruangan ini. Ruang khusus tempat kita bisa menyimpan busana dan pelengkapnya. Apalagi kalau isinya barang2 berkualitas tinggi seperti closet milik selebriti yang bisa dilihat di sini, di sini dan di sini.

Yang pasti, walk-in closet butuh keteraturan. Sehingga bisa memudahkan kita untuk mencari barang/busana tertentu. Pemeliharaan dan perawatan barang/busana pun jadi lebih mudah.

walk-in Closet 2

Ruangan berikutnya adalah ruang belajar. Yang akan didominasi oleh buku dan komputer. Dan butuh meja untuk 2-3 orang. Kira2 seperti ini

study 101

dan ini

book display 2Maklum saja, kami bertiga penggemar buku. Kebanyakan sih buku fiksi, tapi sekarang mulai ditambahi dengan buku2 pengetahuan dan pembangun iman.

Untuk teras, saya ingin teras seperti iniporchdan dipasangi hammock/ayunan seperti ini

hammockSudah terbayang asiknya bersantai di atas hammock sambil membaca buku dan menikmati tiupan angin 😀

Untuk lantai rumah, saya ingin keramik motif kayu karena perawatan dan harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan barang aslinya. Walaupun masih tergolong mahal juga sih 😦

Sedangkan untuk dinding, saya malah belum punya bayangan. Antara warna netral dan warna cerah, atau warna tanah? bingung !! Mungkin untuk yang satu ini saya harus minta bantuan pada yang lebih berpengalaman 🙂

Oh masih ada lagi yang belum saya tulis : tema rumah secara keseluruhan! Ini lebih susah lagi. Tapi secara garis besar saya menyukai tema laut dan aksesori yang berhubungan dengan maritim seperti karpet di bawah ini

nautical rugs

 

Sudahlah, cukup sampai di sini saja bermimpinya !! Lain kali kita ‘cuci mata’ saja ke website interior/dekorasi. Mau ikut? Silakan 🙂

Terima kasih telah mengikuti perjalanan kami mewujudkan The House We Called Ours 🙂

Tuhan Yesus memberkati anda

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s