Mod Podge vs DG

Selama ini saya menggunakan Mod Podge untuk crafting dan khususnya decoupage. Dengan beberapa halangan yang terjadi, seperti kertas mengkerut, sobek, hasil tempelan tidak/kurang rapi – saya masih tetap mengandalkan Mod Podge.

Beberapa kali saya beralih ke lem lain, seperti lem Fox kuning, lem tembak dan lem UHU, tapi tetap saja saya lebih suka menggunakan Mod Podge. Selain karena tidak menimbulkan jaring laba2 (kalau ditarik), juga karena tidak panas (!), multifungsi, dan hasilnya transparan setelah mengering 🙂

Kemudian saya menemukan DG alias decoupage glue di sebuah toko online. Harga yang murah menjadi perhatian saya. Sayangnya untuk sealer/finishing, saya butuh cairan/bahan lain yang dijual di toko itu juga. Tapi sekali lagi, harga jadi pertimbangan saya untuk membelinya.

Kali ini saya mencoba keduanya sekaligus, Mod Podge (gloss, karena yang tersedia hanya ini) dan DG. [ditambah lakban, demi kepraktisan]

IMG_20141002_111403

IMG_20141002_130944

IMG_20141002_132214

Konsistensi Mod Podge yang agak cair memudahkan saya untuk aplikasi bidang yang lebar/luas. Sedangkan DG lebih kental, sehingga lebih cocok bila digunakan di permukaan yang kecil/sempit. Dan karena kekentalannya, DG juga memudahkan kertas untuk menempel dengan lebih rapi, tanpa ada gelembung udara. Tapi pada saat dioleskan ke permukaan kardus yang cukup lebar…….tangan dan pergelangan lumayan capek saat meratakannya 🙂

Sementara sealer yang datang bersama dengan DG memiliki aroma kimiawi yang cukup tajam …. mungkin seharusnya saya menggunakannya di teras supaya tidak terlalu bau :). Konsistensinya juga encer/cair, sehingga lebih enak menggunakan kuas cat air biasa (yang berbulu halus) untuk aplikasinya.

Kesimpulannya?

 Untuk kepraktisan, saya lebih memilih Mod Podge. Untuk harga saya memilih DG. Tapi sepertinya saya tetap akan pesan ulang saat DG habis. Bisa digunakan sebagai pengganti lem UHU dan lem FOX (paling jengkel dengan jaring laba2nya!). Biarkan lem FOX digunakan untuk menempel barang2 lain, seperti sandal, sepatu dan semacamnya 😀

Terima kasih telah mengikuti perjalanan kami di The House We Called Ours.

Tuhan Yesus memberkati.

NB : ulasan ini dibuat berdasarkan pengalaman dan kesan pribadi, tanpa sponsor, dan tanpa imbalan apapun dari siapapun juga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s