Cerita dari Seberang : Jepang (part 1 – Tokyo)

Seri baru ini punya banyak fungsi. Catatan harian, oleh2 tanpa biaya, dan tips untuk para petualang di luar sana. Di sini saya mau berbagi hal2 yang saya temui selama bepergian ke suatu tempat. Semoga semakin banyak lagi yang bisa saya bagikan (yang artinya semakin banyak negara yang saya kunjungi hahaha).

Berburu tiket perjalanan ke Jepang ini dimulai sejak awal tahun 2016, tepatnya bulan Februari. Kebetulan ada promosi tiket murah Cathay Pacific seharga IDR 5 juta pp. Dengan tanggal2 tertentu untuk berangkat dan pulang (ada blackout date untuk berangkatnya dan full booked untuk pulangnya) akhirnya kami berhasil mendapatkan tiket untuk 15 orang (keluarga besar!!) di tanggal 14 – 27 Desember 2016. Datang melalui bandara Narita, Tokyo dan pulang melalui bandara Kansai, Osaka. Dan jam penerbangan yang menyedihkan :

Berangkat :

Surabaya – Hong Kong 8:20 pagi

transit di Hong Kong

Hong Kong – Tokyo 01:50 dini hari

Pulang :

Osaka – Hong Kong 9:20 pagi

Hong Kong – Surabaya 1:30 siang

Perjalanan ke Jepang ini bakal panjang dan lebar kalau diceritakan dalam 1 blogpost. Jadi ceritanya nyicil2 yah. Biar yang baca juga ga bosen2 amat.

15 Desember

Sampai bandara Narita, proses imigrasi dan ambil koper kami lalui dengan cepat. Paling2 1,5 jam aja udah selesai semuanya.

narita

Hari ini kami  dijemput mobil ke hotel. Tarif mobilnya ¥10,000 per orang. 1 mobil cukup untuk 7 orang + 7 koper besar & 7 koper kabin & bawaan2 lainnya. Pesannya lewat sepupu yang kebetulan kerja jadi guide di Jepang. Lumayan, ketemu orang sebangsa di negara yang tidak fasih bahasa Inggrisnya ini.

Sebetulnya kalau mau lebih murah, naik Limousine Bus (ada jam2nya) yang berhenti langsung di hotel kami. Atau naik kereta (setiap 5-10 menit berangkat) juga bisa. Tiket bis & kereta bisa langsung beli di bandara juga. Tapi agak susah juga buat kami karena bawa koper besar2 dan ada orangtua.  Apalagi ini pertama kalinya ke Jepang….jadi kami belum paham dengan lokasi juga. Takutnya ntar ketemu tangga atau harus angkat2 koper besar gitu.

Selama di Tokyo kami menginap di Hotel Royal Park Shiodome. Bintang 4, lokasi strategis banget. Ada 2 stasiun Metro di dekat hotel, Shimbashi dan Shiodome. Ada Family Mart (konbini,  semacam Indomaret/Alfamart) dan toko obat/kosmetik alias drugstore entah namanya apa (aksara Jepang doang). Tempat makan juga banyaaak….mulai yang murah2 di warung2 sempit & sesak sampai yang mahal2 di Caretta Shiodome.

room-shiodome

Kamar hotel

bathroom-shiodome

Kamar mandi dengan toilet canggihnya

Hotel ini unik banget buat kami. Karena lobi dan resepsionis ada di lantai 24. Sedangkan yang dibilang basement alias ruang bawah tanah, nyatanya malah outdoor.

basement-shiodome

yang ada pohon Natalnya itu basementnya hotel

Check-in baru jam 15:00. Jadi koper dititipkan & kami jalan2 dulu. Makan siang pertama di Yoshinoya dan kami harus susah payah berjuang supaya bisa take-away.

pork-yoshinoya

Pork Rice Bowl ala Yoshinoya

Malamnya diundang makan malam di daerah Asakusa, sambil belajar naik Metro. Sebagian besar stasiun Metro di Jepang sudah cukup tua, sekitar 60 tahunan. Jadi jarang ada tangga berjalan. Cari lift juga tidak gampang. Siap2 kaki pegal deh pokoknya.

Beli tiket di mesin ternyata cukup mudah, karena sudah ada pilihan bahasanya. Tiket Metro sendiri cuma berupa karton kecil, dengan tulisan entah apa. Cara masuk dan keluarnya mirip dengan di Singapura dan Hongkong. Keretanya sangat bersih dan sepi. Dudukannya dilapis beludru. Mungkin supaya waktu musim dingin orang lebih nyaman duduknya yah. Oya, HP harus disilent atau vibrate kalau di dalam kereta. Ngobrol pun ga boleh kenceng2 suaranya. Kecuali pengen dipelototi atau dimarahin penduduk lokal hihihi.

dinner-15-dec

Foto sama tuan rumah, orang Indonesia semua 😀 😀

Makan malam kali ini khas Jepang banget. Dimasak di kompor portable dan menggunakan panci tanah liat, langsung di atas meja makan. Kuah kaldunya cuma rumput laut yang dimasak dengan air. Isiannya bisa pilih, mulai macam2 jamur,macam2 sayuran segar dan macam2 daging. Memang kualitas bahan menentukan kualitas rasa. Apalagi dimakan hangat2 di tempat yang dingin begitu, jadi nambah2 terus deh. Sampai lupa ga makan nasi sedikitpun !!

16 Desember

Rute jalan kali ini ke Ginza, daerah toko mahal2. Tapi yang kami cari adalah Uniqlo. Perlu beli jaket dan HeatTech nih. Uniqlo ini terkenal dengan baju2 terjangkau dan berkualitas. 2 produknya yang mendunia adalah Ultra Light Down Jacket dan HeatTech. ULD Jacket paling enak buat wisatawan, karena bisa disimpan di kantongnya. Sedangkan HeatTech (kaos lengan panjang/pendek/leher kura2, legging, stoking) bisa menahan panas tubuh kita, sehingga kita merasa hangat.

Sebelum berangkat ke Ginza, kami melewati stasiun Shimbashi karena mau beli kartu kereta. Belinya gampang…tinggal cari mesin PASMO/SUICA, pilih bahasa Inggris, cari pilihan NEW CARD. Masukkan uang kertas ¥ 1,000 dan tekan YES. Kartu akan keluar dari mesin. Nominal yang diterima bisa sampai ¥ 10,000 karena kartu ini juga bisa dipakai sebagai kartu debit di banyak tempat, khususnya konbini dan vending machine. Pilihan kartu kereta di Tokyo memang ada 2, Pasmo dan Suica. Keduanya sama persis fungsinya, cuma beda perusahaan saja. Dan ke2 kartu ini juga bisa dipakai di kota2 besar lain di Jepang, termasuk Osaka. Padahal di Osaka sendiri ada kartu kereta yang namanya ICOCA.

Di Ginza, kami juga pergi ke BIC Camera untuk beli kartu SIM. Waktu di bandara kami sempat ambil Pocket Wifi (¥ 11,000 untuk 12 hari dan 7 Gb) dan 1 kartu SIM (¥ 3,450 untuk 30 hari, paket data 300Mb/hari). Tapi karena kami rombongan besar (16 orang) jadi butuh kartu SIM lagi.

Di BIC Camera, kami dapat kartu SIM dengan harga ¥ 2,850 dan paket data 1 Gb untuk 30 hari. Di sini ada jaminan untuk bayar setelah kartu SIM jalan dengan baik. Jadi kalau kartu SIM ga bisa jalan, pembeli ga perlu bayar. Karena pemerintah Jepang memang membatasi jumlah pengguna kartu SIM. Kartu bernomor selular cuma bisa dipake oleh penduduk. Sedangkan wisatawan cuma boleh pake paket datanya saja. Dan karena sebagian besar penduduk pada pake IPhone, pemakai HP merk Cina seperti kami jadi kesusahan mau pakai kartu SIM lokal. Setting kartunya harus dirubah satu demi satu supaya paket data bisa digunakan.

caretta

di Caretta Shiodome

Balik ke Hotel, kami mampir ke Caretta Shiodome. Di sana lagi ada Christmas Lights Illuminations. Jadi semacam pertunjukan pohon2 berlampu dan musik. Ada ceritanya juga, tapi dalam bahasa Jepang. Ya sudahlah, menikmati musik dan lampu2nya saja. Hawa dingin + angin lumayan kencang di lokasi membuat kami memilih untuk masuk ke gedung Caretta saja. Ada beberapa toko, tapi sebagian besar penyewanya restoran. Tinggal pilih, mau masakan Jepang, Meksiko atau Eropa.

17 Desember

Sewa mobil lagi ke Gunung Fuji. Tepatnya ke danau Hakone dan Gotemba Outlet. Harga sewanya ¥130,000 untuk full-day tour untuk 7-9 orang. Kenapa memilih mobil padahal rombongan kami cukup besar?

Sewa bis pariwisata di Jepang banyak aturannya! Tiap bis yang mau berangkat tur harus melaporkan rute perjalanan + jam2nya secara detil ke dinas yang terkait. Dan jadwal ini bakal dipantau secara ketat. Meleng beberapa menit saja sudah bisa mendatangkan sanksi keras. Padahal orang Indo mana bisa diatur seketat itu? Dikasi waktu belanja 1 jam, jadinya 3 jam……hahahahaha

Di danau Hakone kami berlayar dengan menggunakan kapal model kuno dari ujung ke ujung danau. Tapi karena angin di luar lumayan kencang, kami memilih masuk ke bagian dalam dan duduk2 di sana.hakone

hakone-2

ada bagian kelas 1

hakone-3

tempat duduk kami

Dari sini kami lanjut ke Gotemba outlet. Yang hobi belanja bakal suka nih di sini. Karena harganya lumayan miring. Apalagi barangnya belum tentu ada di Indonesia. Tempatnya sangat luas….bisa seharian sendiri menjelajahinya. Dan memang banyak orang yang datang ke sini sekedar untuk rekreasi saja.

gotemba-3

di jembatan parkiran Gotemba, foto di depan gunung Fuji

gotemba1

dingin2 makan es krim

gotemba-2

 Harga makanan di tempat ini cukup mahal, di atas ¥900. Untungnya ada Mc Donald’s yang lebih terjangkau. Paket burger, kentang dan minum harganya ¥700an.

mcd

lego-gotemba

Outlet LEGO di Gotemba

 18 Desember

Saatnya jalan2 ke Shinjuku.

shinjuku

Takashimaya Times Square, Shinjuku

 Di sini ada Tokyu Hands 8 lantai. Jualannya segala macam barang berkualitas & unik. Harganya juga lumayan menguras dompet. Tapi karena alat tulisnya lengkap, jadi masuk aja deh.

udon-shinjukuMakan siang di dekat Takashimaya. Nama tempatnya sih Tsukemen Yasube. Tapi karena ditulis dalam aksara Jepang, entah kapan bisa makan ini lagi. Tempatnya ya seperti di foto atas itu. Kiri dapur, tengah meja makan, kanan sudah dinding tempat gantungin jaket/tas. Ruangan sempit sesak, makan juga harus cepat. Tidak ada waktu untuk nongkrong santai di sini.

udon-shinjuku-2

Tampilan udon ukuran S dan kuahnya

Makanan dipesan melalui mesin. Tinggal pilih porsinya, plus tambahan2 lainnya seperti nori, taoge dll. Tapi polosan begini juga sudah enak sih. 2 porsi kecil + 1 porsi large harganya ¥2,500. Tapi porsi kecil aja sudah banyak loo…..Cara makannya terserah kita. Mau kuah dituang atau tidak, bebas. Dapat air es gratis untuk minum. Padahal lagi musim dingin…..brrrr

Dari sini kami sempat mampir ke toko 1 harga, namanya CanDo. Sejenis dengan Daiso, hampir semua barang harganya ¥100 + pajak ¥8. Walaupun sama2 toko ¥100, barangnya agak berbeda dengan Daiso. Tapi yang jelas bisa bikin kantong lebih hepi karena harganya 😀 😀

Malamnya kami mau diajak makan Tonkatsu yang katanya sangat direkomendasikan. Btw, tonkatsu ini awalnya daging babi tipis yang digoreng dengan tepung roti renyah. Tapi di tempat yang baru ini, dagingnya diganti dengan daging sapi. Sampai di depan restoran, ternyata antriannya panjang sekali. Jadi kami memilih makan di Sukiya, sejenis dengan Yoshinoya tapi rasanya lebih lezat (buat kami sih).

sukiya

Sukiya’s pork rice bowl with kimchi

19 Desember

Disney Sea, kami datang !!!!!! Baru sekali kami ke Disneyland, di Hongkong. Datang baru jam 12 siang, bawa anak 4 tahun yang tidur manis di stroller, jadinya ga puas banget kaaannn????

disney line.jpg

Tapi di sini saya tidak akan membahas tentang Disney Sea, karena postnya bakal kepanjangan. Post berikutnya aja yaaaa 🙂

Poin penting hari ini, kami beberes koper besar untuk dikirim ke Osaka. Gampang banget caranya. Tinggal bawa aja koper2nya ke resepsionis dan minta dikirim ke hotel yang dituju. Tunjukkan paspor, dan langsung bayar di tempat. Biaya kirim untuk 6 koper kurang dari ¥12,000. Kalau koper dikirim sebelum jam 9 pagi, waktu kirimnya cuma sekitar 24 jam saja. Jadi begitu kami tiba di hotel di Osaka, koper sudah menanti untuk dibawa ke kamar.

20 Desember

Hari ini serasa pengen pewe aja di ranjang. Badan masih pegel2 dan kedinginan sisa2 seharian di Disney Sea. Sampai hotel aja baru jam 12 malam. Jadi jam 12 siang kami masih santai2 di kamar.

Jam 1 an kami baru keluar kamar. Tujuan kali ini ke Harajuku dan (kalau bisa) Shibuya. Aslinya sih karena mau ke Daiso Harajuku yang katanya terbesar se Tokyo.

harajuku 4.jpg

di depan stasiun kereta Harajuku

harajuku-1

Daiso Harajuku yang 6 lantai sendiri

harajuku-2

crepes isi es krim menjamur banget di Tokyo & Osaka

Walaupun musim dingin, penggemar es krim di Tokyo tetap saja banyak. Khususnya Crepes isi es krim ini. Saking banyaknya pilihan sampai bingung mau yang mana. Ada 2 pilihan crepes, hot & cold. Isinya juga bisa pilih es krim, ham, sosis. Menurut kami crepes yang hot lebih enak karena kulitnya kriuk2 seperti kripik. Kalau yang cold jadi dadar biasa.

21 Desember

Waktunya beberes barang dan pindah ke Osaka naik Shinkansen.

15673048_1389957001016127_1324716071033248652_n

Shinkansen

Kata guide kami,  beli tiket Shinkansen tidak perlu jauh-jauh hari. Beli dadakan juga bisa, 2 jam sebelum berangkat. Tapi karena kami rombongan, jadi pada minta supaya bisa duduk di gerbong yang sama. Ya sudah, manut saja. Dan tiket pun sudah di tangan sejak tgl 19 Desember.

Benernya sih mau 30 orang berangkat bareng di 1 gerbong pun juga bisa banget. Karena Shinkansen tuh ada banyak, dari beberapa perusahaan gitu. Tiap 10 menit kereta baru datang. Jadi ga perlu kuatir bakal ga dapat tempat duduk gitu. Yang penting, naik dan turun kereta harus cepat karena kereta tidak akan berhenti lama di tiap stasiunnya.

Tiket Shinkansen sendiri ada 3 macam, Green class (kelas 1), Ordinary Class (kelas biasa) dan non-reserved Class (ga pake nomer kursi). Harganya beda2. Yang jelas, lebih murah beli di tempat daripada beli di Indo. Kecuali ada diskon khusus.

Dalam perjalanan ini kami tidak pakai JR Pass. Kenapa begitu? Karena sebagian besar perjalanan jauh dilakukan dengan sewa mobil, bukan naik kereta. Sedangkan JR Pass baru kerasa fungsi hematnya kalau kami banyak naik kereta JR Line, khususnya yang jarak jauh. Misalnya Tokyo-Osaka pp naik Shinkansen. Nah ini baru ngefek banget kalau pakai JR Pass. Atau misalnya, Tokyo-gunung Fuji + Tokyo-Osaka + Tokyo-Kyoto + Tokyo-Kobe. Penghematan besar2an tuh!!

15590349_1389956884349472_2457349446586811036_n

Di dalam Shinkansen, kita boleh makan & minum. Jadi beli bekal dulu di Tokyo Station. Kebetulan ada konbini yang namanya New Ways, yang jadi favorit kami karena makanannya enak2. Jualannya juga macam2, mulai dari onigiri sampai suvenir gantungan kunci & Tokyo Banana …..

15665575_1389957061016121_1786415333678847905_n

Tokyo Station

15673057_1389957011016126_8540559693691008871_n

Sambil menunggu jadwal keberangkatan kereta, kami sempat foto2 dulu di bagian depan stasiun yang bermodel bangunan eropa kuno ini. Stasiunnya besaaar…..bahkan ada Tokyo Station Hotel yang persis di sebelahnya.

Sekian dulu ceritanya….. nanti disambung lagi yah 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s