Cuci mata : Keramik Trisensa, Probolinggo

Setiap kali perjalanan menuju Surabaya, saya selalu melewati pabrik keramik Trisensa yang berada di jalanan menuju arah kota Probolinggo (g perhatian dengan nama jalannya). Dan setiap kali pula, saya hanya berpikir ‘suatu saat harus mampir ke situ. Siapa tahu ada barang menarik dengan harga miring’. Tapi niatan itu tidak pernah terlaksana.

Sampai akhirnya, karena butuh beli rooster (lubang angin), jadilah saya mengunjungi pabrik ini. Dengan harapan barang yang kami cari masih tersedia di sana. Eh, ternyata bukan hanya rooster saja yang dijual di sini. Tapi juga perangkat makan, seperti piring, gelas, mangkuk, poci teh, cangkir dan sebagainya. Bisa beli dalam jumlah banyak, tapi juga boleh beli satuan. Ada yang cari suvenir nikah/ulang tahun?

ini rooster yang kami cari, ukurannya 10 x 20 cm

IMG_20140713_150404

 

 

Mug berbentuk klasik ini akan lebih cantik jika diberi monogram/inisial

 

IMG_20140714_130739

 

 

Satu set poci dan cangkir untuk porsi 1 orang

IMG_20140714_132911

 

Si burung kecil membuat mangkuk bertutup ini jadi lebih cantik!. Pegangan di kiri-kanan mangkuk memudahkan kita membawanya, celah di bagian tutup cukup diselipi sendok 🙂

IMG_20140714_132935

 

 

Bentuknya yang bulat menjadikan mangkuk bertutup ini lucu dan unik. Terlalu polos? Gunakan decoupage atau gambari dengan spidol Sharpie (tersedia di toko buku Gramedia)

IMG_20140714_132939

 

 

Cangkir lebar dengan warna pastel yang soft

IMG_20140714_133003

 

 

Guci untuk tempat dudukan galon air ini seakan dilukis tangan

IMG_20140714_133148

 

 

Ingin tahu lebih jauh tentang Trisensa? Ke sini saja

(Posting ini sepenuhnya pendapat pribadi saya, dan bukan sponsor dari blog saya. Terima kasih)

Ayo, ikuti terus perjalanan kami membangun the House We Called Ours !

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Jalan-jalan : Hotel, Motel, dll (part 3)

Selamat pagi semuanya !!!! Hari ini saya mau mengajak pembaca untuk ‘jalan-jalan’ ke pulau paling TOP di Indonesia, pulau Bali. Sepertinya begitu banyak yang bisa diceritakan tentang pulau ini. Dari daerah turis seperti Kuta dan Nusa Dua, sampai daerah sepi seperti Lovina dan Tulamben, semuanya serba menarik hati. Apalagi bagi para penggila olahraga air, Bali seperti surga untuk menyelam atau sekedar snorkeling.

bali rama 2

Kali ini saya ingin membagi cerita tentang Hotel Bali Rama. Hotel kecil ini terletak di daerah Renon, tepatnya di Jl. Hayam Wuruk, Denpasar. Meskipun begitu, lokasinya dekat sekali dengan Sanur. Hanya 10 menit naik mobil ke By-Pass Ngurah Rai, Sanur. Kalau kita ingin menjelajah Sanur, Ubud, dan Padang Bai, hotel ini tempatnya cukup strategis. Dan yang lebih penting lagi, hotel ini cukup dekat dengan tempat makan favorit kami di Sanur, yaitu warung  nasi ayam khas Bali, Kresna.

P1040027

Ini penampakan bagian depan hotel. Lumayan, halamannya bisa dimasuki 3-4 buah mobil. Lokasi hotel yang berada di jalan besar memudahkan tamu untuk mencari makan siang dan makan malam. Ada juga beberapa minimarket untuk memenuhi kebutuhan mendadak.

bali rama

http://www.thebaliramahotel.com/

Hotel ini kamarnya ngga banyak. Hanya 17 kamar tidur, yang tersebar di 2 lantai mengelilingi sebuah kolam renang mungil.

Bali Rama pool

Fasilitasnya cukup oke. Ada makan pagi gratis (pilihannya : nasi goreng atau mie goreng – yang termasuk di dalam tarif kamar-waktu itu saya dapat lewat agoda seharga 350ribu rp/malam) dan free wi-fi. Tapi free wi-fi nya hanya bisa didapat di sekitaran lobby. Karena waktu itu kami mendapatkan kamar di lantai 2, jadi ga dapat sinyal deh. Untungnya di sebelah lobby ada warung internet. Jadi saya beli voucher internet untuk 2 jam (k.l. 5000rp)

Ini tampilan lorong menuju kamar kami waktu itu (di sebelah kanan foto)

Bali Rama rooms at daylight

Ini kamarnya. Beda banget dengan tampilannya di agoda. Ranjangnya pas-pasan untuk kami bertiga (2 orang dewasa dan 1 anak usia 5 tahun). Tapi secara keseluruhan kamarnya bersih. Dan ada TVnya. Beruntung waktu kami datang pk. 7 pagi, kamar dalam keadaan kosong, jadi pk. 10 pagi kamu sudah bisa masuk dan beristirahat.

bali rama 3

Ini kamar mandinya. Bentuknya persegi panjang, dan model kamar mandi basah. Sayangnya wastafel kecil sekali, jadi agak sempit dan agak susah meletakkan sabun, gelas, sikat gigi dan pasta gigi. Belum lagi sabun mandi, shampoo, sabun cuci muka, dll. Jadi kalau mau mandi, saya menutup toilet dan meletakkan perlengkapan mandi di sana. Oya, hati-hati juga dengan keset kamar mandinya … tipis sekali. Tidak akan cukup untuk dipakai lebih dari 1 malam. Apalagi kalau habis berenang, dan memilih mandi di kamar ….

Bali Rama bathroom

Untuk keluarga dengan anak kecil, pasti suka dengan kolam renangnya, karena ada bagian yang khusus untuk anak-anak yang belum bisa berenang. Yang di sebelah kanan itu adalah lobi, sekaligus resto mungil untuk makan pagi

Bali Rama children's pool

Sekian dulu jalan-jalan kita kali ini. Post ini bukan merupakan promosi dari Hotel Bali Rama. Ini hanya sekedar pendapat saya atas Hotel Bali Rama.

Sampai jumpa di post berikutnya 🙂

 

Jalan-jalan : Hotel, Motel, etc (bagian 2)

Kali ini kita mengunjungi pulau paling top di Indonesia : Bali !! Saking terkenalnya, saya sering mendapat pertanyaan, ‘Bali itu di mananya Indonesia?’. Waktu saya jawab bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia, para penanya langsung terheran-heran. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa Bali itu bukan sebuah negara, tapi salah satu pulau cantik milik Indonesia.

Kenyataannya Bali memang satu-satunya pulau di Indonesia yang bisa menerima perbedaan suku bangsa dan budaya internasional yang datang ke sana. Menurut saya begitu sih. Karena setiap kali saya jalan2 di pantai2 terkenal di Bali, tidak pernah ada orang yang bersiul, bersorak, menggoda wanita2 yang sedang melintas atau berjemur dengan busana minim. Warga Bali malah dengan antusias mendatangi mereka untuk mengajak ngobrol, entah karena ingin menjajakan produknya atau hanya sekedar ingin belajar berbicara dalam bahasa Inggris.

Di post ini saya ingin menampilkan foto2 salah satu hotel cantik di Bali. Hotel ini termasuk murah untuk ukuran Bali, khususnya daerah sejuk Ubud. Tapi penataan dan lingkungan sekitar hotel yang membuatnya jadi istimewa. Apalagi daerah sekitar hotel sangat ideal untuk menjauh dari kesibukan kota besar.

Hotel kecil ini hanya memiliki kurang dari 50 kamar. Restorannya pun tidak besar. Tapi peminatnya begitu banyak, sampai-sampai kami hanya bisa 2 kali menginap di sana. Walaupun sudah melakukan pemesanan 6 bulan sebelumnya (!). Bisa jadi karena peraturan hotel yang memperbolehkan pemesan melakukan pembatalan pesanan 2 minggu sebelum tanggal check-in dengan garansi uang kembali 100%.

Apapun alasannya, terbukti dari 2 kali kunjungan kami ke sana, hotel ini selalu dalam keadaan penuh.

Langsung saja kita melihat-lihat hotelnya

Tegalsari 2

Jalan masuk dari arah belakang (lobi lama)

Tegalsari 3

Ini tempat peristirahatan sopir lo ! Lucu sekali deh. Dan adem…

Tegalsari 4

Tegalsari 5

Kafe kecil yang melayani para tamu hotel yang enggan keluar dari kamarnya. Harganya sangat terjangkau. Paket makan pagi sekitar 50ribuan, dan nasi goreng sekitar 30ribuan.

Tegalsari 6

Kolam ikan di dekat kafe. Taman yang seakan dibiarkan tidak terawat malah membuat suasana hotel jadi lebih nyaman dan sejuk. Banyaknya tanaman juga berhasil meredam teriknya sinar matahari siang hari.

Tegalsari 8

Walaupun kecil, kolam renangnya punya pemandangan sawah yang menyegarkan. Di samping kolam renang juga ada gazebo fitness dan gazebo spa. Tapi kalau kita termasuk orang yang tidak suka ‘buka-bukaan’ di depan orang lain, staf hotel akan membawa kita ke spa mereka. Ga jauh kok. Hanya 5 menit naik mobil.

Tegalsari 9

Ini jalan lama menuju cottage 2 di bagian belakang. Kalau malam suasananya asik banget!! Sayang sekarang lanskap hotel sudah berubah ….

Tegalsari 10

ini teras salah satu cottagenya.

Tegalsari11

Kamar tidur deluxe ini bisa diisi 5 orang lo. Kamarnya luas dan nyaman.

deluxe 1

Area duduk di bagian depan di dalam kamar deluxe yang bisa diubah menjadi extra bed gratis!

deluxe 2

Ini penataan standard kamar deluxe. 1 ranjang queen dan 1 ranjang single

deluxe 5

deluxe 3

Ini kamar mandinya. Lengkap dengan bathtub, shower, WC dan wastafel

deluxe 4

deluxe 6

Pemandangan sawah seperti ini yang bisa dinikmati para tamu kamar deluxe setiap harinya. Makan pagi dengan suasana seperti ini dan hawa sejuk khas persawahan …. jelas nyaman !!

Tegalsari 31

ini teras kamar standard. Simpel dan khas pedesaan.

Tegalsari 12

Jalan setapak ini menuju lobi baru yang menghadap ke jalan Hanoman, serta 2 vila terbaik yang dimiliki hotel ini. Sekarang seharusnya sudah ada 3 vila yang bisa dipilih.

Tegalsari 13

Ini pintu masuk menuju vila dengan nama unik, Vila Sesapi. Vila ini punya 2 kamar tidur yang bisa disewa terpisah. Satu kamar tidur di atas dan satu lagi di bawah.

Kamar tidur di bawah dilengkapi dengan dapur mungil, kamar mandi yang luas,   kolam renang mini, ruang duduk, dan ruang makan.

sesapi b

sesapi a

sesapi d

dipan di bagian kanan bisa digunakan sebagai extra bed gratis

sesapi e

sesapi c

sesapi g

Gantungan handuk di shower ini menggunakan 2 batang besi yang ditanam ke lantai, dan bilah2 kayu yang berfungsi sebagai penggantung. Simpel dan mudah ditiru !

Kamar mandi di Vila Sesapi ini super luas. Dan menggunakan AC !. Ada shower, bathtub yang sejajar dengan lantai, WC dan wastafel luas. Ditambah dengan lemari pakaian di sebelah kanan wastafel.

Uniknya, dinding kamar mandi bisa dibuka seluruhnya. Dinding yang juga berfungsi sebagai jendela ini menggunakan engsel pivot, sehingga kita tinggal mendorongnya saja. Dinding ini juga ada di ruang duduk dan ruang makan/dapur.

Sirkulasi udara di kamar mandi ini sangat nyaman. Kalau jendelanya dibuka semua, bahkan di siang hari pun kita hanya perlu menyalakan ceiling fan untuk kamar tidur …..

Layak ditiru dan dipelajari untuk membuat rumah tinggal kita jadi adem dan nyaman tanpa harus menyalakan AC

sesapi f

Ruang duduk di Vila Sesapi. Ruang makan dan dapur ada di belakangnya. Kedua ruangan ini berbeda ketinggian. Dari ruang duduk, kita bisa langsung ke kolam renang, atau ke kamar tidur atas. Kalau kita hanya menyewa kamar tidur di bawah ini, maka pintu penghubung ke lantai atas dikunci dari bagian ini.

sesapi pool

Kolam renang mini di Vila Sesapi

sesapi

Sementara kamar tidur di atas punya pemandangan luas ke sawah. Sayangnya saya belum punya kesempatan memotret kamar atas.

sarang bambu 16

sarang bambu 1

Ada 1 vila lagi, khusus untuk honeymooners. Vila Sarang Bambu ini cocok untuk berduaan dengan orang tersayang. Bisa juga bertiga dengan anak 😀

Ini jalan masuk ke kamar di Vila Sarang Bambu. Di sebelah kiri dan kanan jalan setapak ini adalah kolam ikan. Dangkal kok. Hanya sebetis orang dewasa saja.

sarang bambu 2

sarang bambu 4

Teras mungil di sebelah kamar tidur

sarang bambu 5

Kamarnya menggunakan pintu lipat yang bisa dibuka (semuanya! kecuali dinding TV) dan punya pemandangan sawah dan kolam renang mini tepat di sampingnya

sarang bambu 6

Lemari pakaian dan mini bar ada di bagian belakang ranjang. Penataan yang cerdik !! Bisa ditiru kalau kita punya kamar tidur dengan luas terbatas, tapi pengen punya fasilitas layaknya hotel.

sarang bambu 7

Bathtub dari batu palimanan hitam. Kelihatan gantungan handuknya? Sederhana sekali. Hanya dibuat dari 2 besi yang dicat hitam, dan batang kayu sebagai penggantungnya

sarang bambu 8

Wastafel lapang yang dibuat dari plesteran sederhana. Saya suka banget modelnya. Meminimalisasi cipratan air ke lantai.

sarang bambu 17

Gazebo privat untuk menikmati spa dan pijat, di depan kamar mandi.

sarang bambu 10

Dapur mungil di Vila Sarang Bambu ini punya perlengkapan lumayan lo. Ada kompor, bak cuci, dispenser, lemari es mungil, wajan, panci, dan peralatan makan. Jembatan kayu yang menghubungkan dapur dan kamar tidur ini berbatasan langsung dengan kolam renang mungil.

sarang bambu 11

Kolam renang di vila Sarang Bambu yang cukup dalam, sekitar 1, 75 meter.

sarang bambu 13

Pemandangan dari arah dapur. Kamar tidur yang menghadap langsung ke kolam renang. Di sebelah kanan adalah shower berdinding kaca. Mau mandi dengan pemandangan sawah? di sini tempatnya. Kalau malu, ada shower curtain yang bisa menghalangi pandangan ke dalam kok

sarang bambu 14

Teras menuju pintu keluar Vila Sarang Bambu

Jadi nama hotelnya apa? Hotel Tegalsari, Ubud. Tarif kamarnya di tahun 2012 mulai dari 300 ribuan sampai 600 ribuan. Sedangkan untuk Vila, mulai dari 1,1 jutaan sampai 1,7 jutaan.

Bulan yang paling pas untuk datang ke Bali adalah bulan Agustus dan September. Karena pada bulan2 itu angin musim dingin dari Australia dan Selandia Baru bertiup sampai ke Bali.

Dan kalau datang ke Pulau Bali di bulan Agustus, anda bisa membeli buah arbei yang manis dan merah matang di daerah Bedugul.

Selamat menikmati pulau Bali !!

Dan sampai jumpa di post berikutnya.

NB : post ini bukan promosi. saya tidak dibayar untuk menuliskannya. saya hanya sekedar sharing tentang hal2 yang berhubungan dengan The House We Called Ours

Jalan – jalan : Hotel, Motel, etc (Bagian 1)

Jalan – jalan, refreshing, dan liburan adalah sekumpulan kata2 yang paling disukai orang. Termasuk saya. Penghuni kota kecil yang hampir tidak mengenal liburan.

Foto2 di post ini bukan foto baru. Juga bukan hasil copy/paste dari google images. Semuanya murni foto dari kamera poket / kamera handphone saya dan suami.

Foto2 lama yang tertumpuk di hard disk, dan akhirnya saya masukkan di blog. Karena foto2 ini memberikan banyak ide dan masukan untuk rumah kami.

Kali ini saya menampilkan foto2 dari Losari Resorts & Coffee Plantation yang terletak di Magelang. Dulunya milik seorang warga negara Eropa (saya lupa tepatnya), dan sekarang sudah jadi milik warga Indonesia asli. Tapi tetap saja tamu2nya lebih banyak bulenya.

Semua bagian dari hotel ini berasal dari Jawa (INDONESIA!). Mulai dari kap lampu sampai tegel, bahan makanan sampai tanaman …. Bahkan sebagian besarnya merupakan hasil daur ulang, hasil renovasi, hasil perburuan pemilik pertama hotel ini

ImageIni adalah bekas sebuah stasiun kereta api desa pada zaman penjajahan Belanda. Bangunan ini difungsikan sebagai ruang penerima tamu (reception)

ex stasiun kecil

Ini bagian samping (mantan) stasiunnya. Masih ada tulisan “Mayong-Losari …km”. Saya paling suka dengan pintu gesernya – barn door – dan besi2 kunonya.

losari receptions

losari receptions 2Dan ini foto2 bagian dalam stasiun kecil tadi. Simpel dan fungsional.

telepon jadul

Telepon jadul ini entah sudah berapa tahun menjalankan tugasnya. Bisa jadi telepon ini merupakan salah satu jenis telepon yang pertama kali masuk ke Indonesia. Atau tepatnya Jawa Tengah.

kotak posKotak pos merah ini masih menggunakan tulisan dalam bahasa Belanda. Letaknya ada di bagian depan bangunan, di dekat pintu masuk utama.

the club house

Ini dia lobi hotelnya … yang disebut “The Club House”. Di teras sebelah kiri, kita bisa menikmati “Tea Time” setiap hari, pukul 15.00 – 17.00.

Club House ini tidak terlalu besar. Luasnya kira-kira 81 m2. Tapi penataan dan perabotnya membuat kita serasa menjadi “tuan tanah” zaman Belanda dulu. Tuan tanah yang baik, tentunya 🙂

Dengan teras lebar mengelilingi Club House dan hawa pegunungan yang sejuk, bangunan ini menjadi tempat favorit keluarga saya untuk ngobrol di sore hari. Apalagi ditambah dengan jamuan minum tehnya yang “all-you-can-indulge” ! (dasar rakus!)

Faktanya selama 3 malam menginap di Losari, belum pernah kami bertemu dengan tamu hotel lain saat sedang menikmati Tea Time …. entah kita yang terlalu rakus atau tamu hotel yang terlalu malas …. atau mungkin karena kami lebih suka mendekam di hotel daripada jalan2 di sekitaran Magelang 😀

door to the club house

Ini pintu dua daun menuju bagian dalam lobi. Di sini kita menerima kunci kamar, minuman dan buah2 selamat datang, dan …. diantar ke vila

daun jendela 2

Jendela 2 daun yang membuat saya mencintai Club House (kalo bisa malah dibawa pulang tuh bangunan)

the corridor

Bagian dalam Club House dengan koridor menuju ruangan lainnya

the court

Di bagian depan ada taman dengan air mancurnya. Menarik untuk anak kecil, karena di kolam kecil itu ada ikan2 berenang. Tapi kami lebih suka nongkrong di teras Club House. Khususnya kalau hari sedang panas2nya

our favourite place to enjoy coffee & tea

ini dia teras Club House, dimana setiap sore diadakan Tea Time.

Di Vila Arum, sitting room

Area duduk di salah satu vila, yaitu Arum Vila. Vila ini bisa diisi 3 orang dewasa dan 1 balita.

the bed

with the bedside tableRanjangnya simpel. Semua serba putih, dengan bantal aksen warna merah. Sayangnya banyak hasil foto saya yang blur, karena pencahayaan yang kurang. Tegel kamar menggunakan tegel lawas, dan hampir semua perabotnya adalah hasil renovasi.

Lampu warna kuning memang paling pas untuk memberi suasana yang romantis dan ‘jadul’. Ditambah dengan kamera poket standar, jadilah foto2 tidak jelas yang tidak layak masuk blog (duh!)

Apalagi saya tidak memotret kamar saat pagi hari. Karena kalau sudah pagi, ga kelihatan bagusnya sih…. yang kelihatan malah barang2 kami yang berserakan di mana2 … hiks

Java Red buildingNah kalau untuk bangunan hotel, hasil fotonya lebih bagus. Karena foto outdoor lebih mudah didapat.

Ini adalah bangunan resto, Java Red. Tempat tamu hotel menikmati breakfast, lunch dan dinner. Pemandangan sekitarnya …. luar biasa !! Benar-benar kenikmatan tersendiri, makan pagi di antara pepohonan dan pegunungan. Ditambah hawa sejuk, semakin terasa aura liburannya 🙂

the barBangunan yang ini adalah bar, tempat kita bisa minum minuman beralkohol, bermain bilyard, dan tempat untuk mereka yang suka clubbing (ha!). Bangunannya lebih mirip rumah pedesaan (cottage) daripada sebuah bar. Hebatnya lagi, walaupun ada bar, lingkungan hotel tetap cenderung sepi. Entah pagi, siang maupun malam. Tidak heran kalau banyak tamu yang datang untuk ikut kelas yoga.

Saya sih lebih memilih ke kolam renangnya

stairs to the pool & spa

Untuk menuju kolam renang dan Spa,  kita harus menuruni tangga. Di beberapa bagian tangga ini ada pot bunga besar yang berisi air dan bunga2 yang terapung. Tatanan bunga di setiap pot berbeda satu dengan lainnya

IMG4022

IMG4021

IMG4060

IMG4058

IMG4041

IMG4042

IMG4043

IMG4046Kursi-kursi di teras kolam renang menggunakan kursi yang banyak ditemukan di rumah2 desa. Semuanya dalam keadaan kusam dan tua. Hanya dibersihkan dan diplitur ulang saja. Tapi kesan ‘antik’nya masih sangat terlihat

IMG4061

IMG4062

Ini pemandangan dari teras menuju kolam renang. Kolam renang besarnya agak berbahaya untuk anak2, karena berbatasan langsung dengan taman di bawahnya. Kalau tidak diawasi, anak2 bisa dengan mudah keluar dari kolam, dan terjatuh ke taman di bawah !

Bagaimanapun juga, Losari Retreat memang tempat yang cocok untuk beristirahat dan mencari suasana tenang.

Selamat mengikuti perjalanan The House We Called Ours ke penginapan berikutnya. Tuhan Yesus memberkati