Sarung bantal tanpa jahitan

Sebagai seorang perempuan, saya bisa menjahit. Yang simpel-simpel aja sih. Pasang kancing, memendekkan celana anak, …… Tapi kali ini saya pengen membuat sarung bantal. Bagaimana caranya? Sedangkan menjelujur saja ga bisa lurus ….

Ternyata ada cara praktis membuat sesuatu dengan kain. Cara pertama adalah dengan menggunakan lem kain. Tapi sepertinya cara ini kurang menarik. Lagipula saya tidak yakin hasilnya bisa rapi.

Cara kedua adalah dengan menggunakan fusible web, atau iron-on hemming tape.

iron-on hem tape(beli lewat amazon)

sy-iron-on-hemming-strip(beli di IKEA)

Saya mendapatkan cara pemakaiannya di 2 blog favorit saya, yaitu :

http://www.younghouselove.com/2010/02/nursery-progress-getting-the-hang-of-it/

dan

supplies

http://www.centsationalgirl.com/2011/03/no-sew-cloth-napkin-pillow-covers/

Masalah utamanya sekarang adalah : barangnya belum ada di tangan saya. Jadi saat ini saya hanya bisa bersabar menunggu, kapan sarung bantal ini bisa dikerjakan

Ikuti terus perjalanan saya di sini : the House We Called Ours !!

Advertisements

Mod Podge pakai kain

Ini proyek ke 7 dari petualangan saya menggunakan Mod Podge. Kenapa petualangan? Karena begitu banyak hal yang masih harus saya pelajari setiap kali saya menggunakan Mod Podge. Kerapian dan ketelatenan adalah poin paling utama yang harus lebih saya perhatikan dalam decoupage. Padahal kedua poin inilah titik lemah saya dalam mengerjakan hal-hal yang berbau kerajinan tangan … sejak saya masih seorang murid SD. Duh !!

Untuk eksperimen kali ini, saya memilih untuk menggunakan kain. Selain karena motifnya yang lebih cocok untuk anak lelaki saya (setelah keliling ke sekian toko dan tidak menemukan kertas kado bermotif ‘cowok’ !), mengerjakan decoupage dengan media kain ternyata jauh lebih mudah daripada dengan media kertas kado.

Ada beberapa poin kelebihan kain dibandingkan dengan kertas kado.

1. Motif kain jauuuuhhh lebih banyak daripada motif kertas kado. Kecuali saya beli kertas scrapbook impor yang mahal itu, atau mencari motif lewat internet dan di-print sendiri

2. Tekstur kain jauh lebih kaku dibandingkan tekstur kertas. Khususnya saat bertemu dengan formula Mod Podge yang cenderung basah. Kalau tidak hati2, kertas mudah robek pada saat digosok (dihaluskan untuk menghindari timbulnya gelembung udara) setelah ditempelkan.

Selain itu saya juga menemukan cara untuk membuat kain jadi lebih mudah dipotong, di sini.

Link di atas adalah trik agar kain bisa dipotong dengan mudah, seperti memotong kertas. ini bedanya

P1060220

Ini yang dipotong sebelum kain dilapisi Mod Podge. Pinggiran kain jadi berantakan !

P1060226 P1060230

P1060226

ini yang dipotong setelah kain dilapisi dengan lapisan tipis Mod Podge. Pinggiran kain jadi lebih rapi. Padahal saya menggunakan silet untuk memotongnya (tetap lebih baik menggunakan gunting saja deh)

P1060216

Ini proyeknya : tas map punya anak lelaki saya. Motif polkadot ternyata berkesan feminin untuk anak umur 7 tahun … 🙂

P1060217

Ini kain yang akan saya tempel ke tas map tadi. Awalnya kain ini mau saya buatkan sarung guling anak lelaki saya (minus serutan di kedua ujungnya, supaya lebih mirip bantal). Tapi sisanya masih banyak kok. Jadi rencana membuat sarung guling masih bisa dijalankan 😉

P1060219

Sebelum dipotong, saya membuat pola dulu dengan menggunakan marker

P1060241

Ini dia hasilnya

P1060237

Dan bagian bawah tas map, sebelum sisi sebaliknya dipasang

P1060239

Ini contoh ‘ketidak-rapian’ pekerjaan saya : pinggiran kain yang kurang ‘smooth’. Untung bukan barang jualan …..

Oya, pemakaian Mod Podge yang irit ternyata sangat menguntungkan!. Mod Podge Gloss saya jadi tidak cepat habis. Lagian, dengan lapisan Mod Podge yang tebal, hasil decoupage saya malah jadi tidak keruan. Mungkin karena permukaan yang di-decoupage terlalu basah, sehingga merapikannya jadi susah.

MOD PODGE SAMPLE CONTAINER

MOD PODGE SAMPLE CONTAINER 2

Berminat pada Mod Podge? Langsung aja ke sini

Sampai jumpa di post berikutnya dari The House We Called Ours

Tuhan Yesus memberkati !!

Project terbaru menggunakan Mod Podge

Biarkan foto berbicara jauuuuuh lebih banyak ….

Bando Mod Podge !!!

headband mod podge 1

headband mod podge 2

Image

Image

Image

Image

head band mod podge 7

Botol sampo yang dilapis Mod Podge (eksperimen ketahanan terhadap air)

shampoo bottle mod podge 1

shampoo bottle mod podge 2

shampoo bottle mod podge 4

Sampai jumpa di post berikutnya

Tuhan Yesus memberkati kita semua!!!

Jalan-jalan : Hotel, Motel, etc (bagian 2)

Kali ini kita mengunjungi pulau paling top di Indonesia : Bali !! Saking terkenalnya, saya sering mendapat pertanyaan, ‘Bali itu di mananya Indonesia?’. Waktu saya jawab bahwa Bali adalah bagian dari Indonesia, para penanya langsung terheran-heran. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa Bali itu bukan sebuah negara, tapi salah satu pulau cantik milik Indonesia.

Kenyataannya Bali memang satu-satunya pulau di Indonesia yang bisa menerima perbedaan suku bangsa dan budaya internasional yang datang ke sana. Menurut saya begitu sih. Karena setiap kali saya jalan2 di pantai2 terkenal di Bali, tidak pernah ada orang yang bersiul, bersorak, menggoda wanita2 yang sedang melintas atau berjemur dengan busana minim. Warga Bali malah dengan antusias mendatangi mereka untuk mengajak ngobrol, entah karena ingin menjajakan produknya atau hanya sekedar ingin belajar berbicara dalam bahasa Inggris.

Di post ini saya ingin menampilkan foto2 salah satu hotel cantik di Bali. Hotel ini termasuk murah untuk ukuran Bali, khususnya daerah sejuk Ubud. Tapi penataan dan lingkungan sekitar hotel yang membuatnya jadi istimewa. Apalagi daerah sekitar hotel sangat ideal untuk menjauh dari kesibukan kota besar.

Hotel kecil ini hanya memiliki kurang dari 50 kamar. Restorannya pun tidak besar. Tapi peminatnya begitu banyak, sampai-sampai kami hanya bisa 2 kali menginap di sana. Walaupun sudah melakukan pemesanan 6 bulan sebelumnya (!). Bisa jadi karena peraturan hotel yang memperbolehkan pemesan melakukan pembatalan pesanan 2 minggu sebelum tanggal check-in dengan garansi uang kembali 100%.

Apapun alasannya, terbukti dari 2 kali kunjungan kami ke sana, hotel ini selalu dalam keadaan penuh.

Langsung saja kita melihat-lihat hotelnya

Tegalsari 2

Jalan masuk dari arah belakang (lobi lama)

Tegalsari 3

Ini tempat peristirahatan sopir lo ! Lucu sekali deh. Dan adem…

Tegalsari 4

Tegalsari 5

Kafe kecil yang melayani para tamu hotel yang enggan keluar dari kamarnya. Harganya sangat terjangkau. Paket makan pagi sekitar 50ribuan, dan nasi goreng sekitar 30ribuan.

Tegalsari 6

Kolam ikan di dekat kafe. Taman yang seakan dibiarkan tidak terawat malah membuat suasana hotel jadi lebih nyaman dan sejuk. Banyaknya tanaman juga berhasil meredam teriknya sinar matahari siang hari.

Tegalsari 8

Walaupun kecil, kolam renangnya punya pemandangan sawah yang menyegarkan. Di samping kolam renang juga ada gazebo fitness dan gazebo spa. Tapi kalau kita termasuk orang yang tidak suka ‘buka-bukaan’ di depan orang lain, staf hotel akan membawa kita ke spa mereka. Ga jauh kok. Hanya 5 menit naik mobil.

Tegalsari 9

Ini jalan lama menuju cottage 2 di bagian belakang. Kalau malam suasananya asik banget!! Sayang sekarang lanskap hotel sudah berubah ….

Tegalsari 10

ini teras salah satu cottagenya.

Tegalsari11

Kamar tidur deluxe ini bisa diisi 5 orang lo. Kamarnya luas dan nyaman.

deluxe 1

Area duduk di bagian depan di dalam kamar deluxe yang bisa diubah menjadi extra bed gratis!

deluxe 2

Ini penataan standard kamar deluxe. 1 ranjang queen dan 1 ranjang single

deluxe 5

deluxe 3

Ini kamar mandinya. Lengkap dengan bathtub, shower, WC dan wastafel

deluxe 4

deluxe 6

Pemandangan sawah seperti ini yang bisa dinikmati para tamu kamar deluxe setiap harinya. Makan pagi dengan suasana seperti ini dan hawa sejuk khas persawahan …. jelas nyaman !!

Tegalsari 31

ini teras kamar standard. Simpel dan khas pedesaan.

Tegalsari 12

Jalan setapak ini menuju lobi baru yang menghadap ke jalan Hanoman, serta 2 vila terbaik yang dimiliki hotel ini. Sekarang seharusnya sudah ada 3 vila yang bisa dipilih.

Tegalsari 13

Ini pintu masuk menuju vila dengan nama unik, Vila Sesapi. Vila ini punya 2 kamar tidur yang bisa disewa terpisah. Satu kamar tidur di atas dan satu lagi di bawah.

Kamar tidur di bawah dilengkapi dengan dapur mungil, kamar mandi yang luas,   kolam renang mini, ruang duduk, dan ruang makan.

sesapi b

sesapi a

sesapi d

dipan di bagian kanan bisa digunakan sebagai extra bed gratis

sesapi e

sesapi c

sesapi g

Gantungan handuk di shower ini menggunakan 2 batang besi yang ditanam ke lantai, dan bilah2 kayu yang berfungsi sebagai penggantung. Simpel dan mudah ditiru !

Kamar mandi di Vila Sesapi ini super luas. Dan menggunakan AC !. Ada shower, bathtub yang sejajar dengan lantai, WC dan wastafel luas. Ditambah dengan lemari pakaian di sebelah kanan wastafel.

Uniknya, dinding kamar mandi bisa dibuka seluruhnya. Dinding yang juga berfungsi sebagai jendela ini menggunakan engsel pivot, sehingga kita tinggal mendorongnya saja. Dinding ini juga ada di ruang duduk dan ruang makan/dapur.

Sirkulasi udara di kamar mandi ini sangat nyaman. Kalau jendelanya dibuka semua, bahkan di siang hari pun kita hanya perlu menyalakan ceiling fan untuk kamar tidur …..

Layak ditiru dan dipelajari untuk membuat rumah tinggal kita jadi adem dan nyaman tanpa harus menyalakan AC

sesapi f

Ruang duduk di Vila Sesapi. Ruang makan dan dapur ada di belakangnya. Kedua ruangan ini berbeda ketinggian. Dari ruang duduk, kita bisa langsung ke kolam renang, atau ke kamar tidur atas. Kalau kita hanya menyewa kamar tidur di bawah ini, maka pintu penghubung ke lantai atas dikunci dari bagian ini.

sesapi pool

Kolam renang mini di Vila Sesapi

sesapi

Sementara kamar tidur di atas punya pemandangan luas ke sawah. Sayangnya saya belum punya kesempatan memotret kamar atas.

sarang bambu 16

sarang bambu 1

Ada 1 vila lagi, khusus untuk honeymooners. Vila Sarang Bambu ini cocok untuk berduaan dengan orang tersayang. Bisa juga bertiga dengan anak 😀

Ini jalan masuk ke kamar di Vila Sarang Bambu. Di sebelah kiri dan kanan jalan setapak ini adalah kolam ikan. Dangkal kok. Hanya sebetis orang dewasa saja.

sarang bambu 2

sarang bambu 4

Teras mungil di sebelah kamar tidur

sarang bambu 5

Kamarnya menggunakan pintu lipat yang bisa dibuka (semuanya! kecuali dinding TV) dan punya pemandangan sawah dan kolam renang mini tepat di sampingnya

sarang bambu 6

Lemari pakaian dan mini bar ada di bagian belakang ranjang. Penataan yang cerdik !! Bisa ditiru kalau kita punya kamar tidur dengan luas terbatas, tapi pengen punya fasilitas layaknya hotel.

sarang bambu 7

Bathtub dari batu palimanan hitam. Kelihatan gantungan handuknya? Sederhana sekali. Hanya dibuat dari 2 besi yang dicat hitam, dan batang kayu sebagai penggantungnya

sarang bambu 8

Wastafel lapang yang dibuat dari plesteran sederhana. Saya suka banget modelnya. Meminimalisasi cipratan air ke lantai.

sarang bambu 17

Gazebo privat untuk menikmati spa dan pijat, di depan kamar mandi.

sarang bambu 10

Dapur mungil di Vila Sarang Bambu ini punya perlengkapan lumayan lo. Ada kompor, bak cuci, dispenser, lemari es mungil, wajan, panci, dan peralatan makan. Jembatan kayu yang menghubungkan dapur dan kamar tidur ini berbatasan langsung dengan kolam renang mungil.

sarang bambu 11

Kolam renang di vila Sarang Bambu yang cukup dalam, sekitar 1, 75 meter.

sarang bambu 13

Pemandangan dari arah dapur. Kamar tidur yang menghadap langsung ke kolam renang. Di sebelah kanan adalah shower berdinding kaca. Mau mandi dengan pemandangan sawah? di sini tempatnya. Kalau malu, ada shower curtain yang bisa menghalangi pandangan ke dalam kok

sarang bambu 14

Teras menuju pintu keluar Vila Sarang Bambu

Jadi nama hotelnya apa? Hotel Tegalsari, Ubud. Tarif kamarnya di tahun 2012 mulai dari 300 ribuan sampai 600 ribuan. Sedangkan untuk Vila, mulai dari 1,1 jutaan sampai 1,7 jutaan.

Bulan yang paling pas untuk datang ke Bali adalah bulan Agustus dan September. Karena pada bulan2 itu angin musim dingin dari Australia dan Selandia Baru bertiup sampai ke Bali.

Dan kalau datang ke Pulau Bali di bulan Agustus, anda bisa membeli buah arbei yang manis dan merah matang di daerah Bedugul.

Selamat menikmati pulau Bali !!

Dan sampai jumpa di post berikutnya.

NB : post ini bukan promosi. saya tidak dibayar untuk menuliskannya. saya hanya sekedar sharing tentang hal2 yang berhubungan dengan The House We Called Ours

Jalan – jalan : Hotel, Motel, etc (Bagian 1)

Jalan – jalan, refreshing, dan liburan adalah sekumpulan kata2 yang paling disukai orang. Termasuk saya. Penghuni kota kecil yang hampir tidak mengenal liburan.

Foto2 di post ini bukan foto baru. Juga bukan hasil copy/paste dari google images. Semuanya murni foto dari kamera poket / kamera handphone saya dan suami.

Foto2 lama yang tertumpuk di hard disk, dan akhirnya saya masukkan di blog. Karena foto2 ini memberikan banyak ide dan masukan untuk rumah kami.

Kali ini saya menampilkan foto2 dari Losari Resorts & Coffee Plantation yang terletak di Magelang. Dulunya milik seorang warga negara Eropa (saya lupa tepatnya), dan sekarang sudah jadi milik warga Indonesia asli. Tapi tetap saja tamu2nya lebih banyak bulenya.

Semua bagian dari hotel ini berasal dari Jawa (INDONESIA!). Mulai dari kap lampu sampai tegel, bahan makanan sampai tanaman …. Bahkan sebagian besarnya merupakan hasil daur ulang, hasil renovasi, hasil perburuan pemilik pertama hotel ini

ImageIni adalah bekas sebuah stasiun kereta api desa pada zaman penjajahan Belanda. Bangunan ini difungsikan sebagai ruang penerima tamu (reception)

ex stasiun kecil

Ini bagian samping (mantan) stasiunnya. Masih ada tulisan “Mayong-Losari …km”. Saya paling suka dengan pintu gesernya – barn door – dan besi2 kunonya.

losari receptions

losari receptions 2Dan ini foto2 bagian dalam stasiun kecil tadi. Simpel dan fungsional.

telepon jadul

Telepon jadul ini entah sudah berapa tahun menjalankan tugasnya. Bisa jadi telepon ini merupakan salah satu jenis telepon yang pertama kali masuk ke Indonesia. Atau tepatnya Jawa Tengah.

kotak posKotak pos merah ini masih menggunakan tulisan dalam bahasa Belanda. Letaknya ada di bagian depan bangunan, di dekat pintu masuk utama.

the club house

Ini dia lobi hotelnya … yang disebut “The Club House”. Di teras sebelah kiri, kita bisa menikmati “Tea Time” setiap hari, pukul 15.00 – 17.00.

Club House ini tidak terlalu besar. Luasnya kira-kira 81 m2. Tapi penataan dan perabotnya membuat kita serasa menjadi “tuan tanah” zaman Belanda dulu. Tuan tanah yang baik, tentunya 🙂

Dengan teras lebar mengelilingi Club House dan hawa pegunungan yang sejuk, bangunan ini menjadi tempat favorit keluarga saya untuk ngobrol di sore hari. Apalagi ditambah dengan jamuan minum tehnya yang “all-you-can-indulge” ! (dasar rakus!)

Faktanya selama 3 malam menginap di Losari, belum pernah kami bertemu dengan tamu hotel lain saat sedang menikmati Tea Time …. entah kita yang terlalu rakus atau tamu hotel yang terlalu malas …. atau mungkin karena kami lebih suka mendekam di hotel daripada jalan2 di sekitaran Magelang 😀

door to the club house

Ini pintu dua daun menuju bagian dalam lobi. Di sini kita menerima kunci kamar, minuman dan buah2 selamat datang, dan …. diantar ke vila

daun jendela 2

Jendela 2 daun yang membuat saya mencintai Club House (kalo bisa malah dibawa pulang tuh bangunan)

the corridor

Bagian dalam Club House dengan koridor menuju ruangan lainnya

the court

Di bagian depan ada taman dengan air mancurnya. Menarik untuk anak kecil, karena di kolam kecil itu ada ikan2 berenang. Tapi kami lebih suka nongkrong di teras Club House. Khususnya kalau hari sedang panas2nya

our favourite place to enjoy coffee & tea

ini dia teras Club House, dimana setiap sore diadakan Tea Time.

Di Vila Arum, sitting room

Area duduk di salah satu vila, yaitu Arum Vila. Vila ini bisa diisi 3 orang dewasa dan 1 balita.

the bed

with the bedside tableRanjangnya simpel. Semua serba putih, dengan bantal aksen warna merah. Sayangnya banyak hasil foto saya yang blur, karena pencahayaan yang kurang. Tegel kamar menggunakan tegel lawas, dan hampir semua perabotnya adalah hasil renovasi.

Lampu warna kuning memang paling pas untuk memberi suasana yang romantis dan ‘jadul’. Ditambah dengan kamera poket standar, jadilah foto2 tidak jelas yang tidak layak masuk blog (duh!)

Apalagi saya tidak memotret kamar saat pagi hari. Karena kalau sudah pagi, ga kelihatan bagusnya sih…. yang kelihatan malah barang2 kami yang berserakan di mana2 … hiks

Java Red buildingNah kalau untuk bangunan hotel, hasil fotonya lebih bagus. Karena foto outdoor lebih mudah didapat.

Ini adalah bangunan resto, Java Red. Tempat tamu hotel menikmati breakfast, lunch dan dinner. Pemandangan sekitarnya …. luar biasa !! Benar-benar kenikmatan tersendiri, makan pagi di antara pepohonan dan pegunungan. Ditambah hawa sejuk, semakin terasa aura liburannya 🙂

the barBangunan yang ini adalah bar, tempat kita bisa minum minuman beralkohol, bermain bilyard, dan tempat untuk mereka yang suka clubbing (ha!). Bangunannya lebih mirip rumah pedesaan (cottage) daripada sebuah bar. Hebatnya lagi, walaupun ada bar, lingkungan hotel tetap cenderung sepi. Entah pagi, siang maupun malam. Tidak heran kalau banyak tamu yang datang untuk ikut kelas yoga.

Saya sih lebih memilih ke kolam renangnya

stairs to the pool & spa

Untuk menuju kolam renang dan Spa,  kita harus menuruni tangga. Di beberapa bagian tangga ini ada pot bunga besar yang berisi air dan bunga2 yang terapung. Tatanan bunga di setiap pot berbeda satu dengan lainnya

IMG4022

IMG4021

IMG4060

IMG4058

IMG4041

IMG4042

IMG4043

IMG4046Kursi-kursi di teras kolam renang menggunakan kursi yang banyak ditemukan di rumah2 desa. Semuanya dalam keadaan kusam dan tua. Hanya dibersihkan dan diplitur ulang saja. Tapi kesan ‘antik’nya masih sangat terlihat

IMG4061

IMG4062

Ini pemandangan dari teras menuju kolam renang. Kolam renang besarnya agak berbahaya untuk anak2, karena berbatasan langsung dengan taman di bawahnya. Kalau tidak diawasi, anak2 bisa dengan mudah keluar dari kolam, dan terjatuh ke taman di bawah !

Bagaimanapun juga, Losari Retreat memang tempat yang cocok untuk beristirahat dan mencari suasana tenang.

Selamat mengikuti perjalanan The House We Called Ours ke penginapan berikutnya. Tuhan Yesus memberkati

Berkarya dengan Mod Podge

Apa sih Mod Podge itu?

Mod Podge adalah sejenis lem yang digunakan untuk kerajinan decoupage.

Apa lagi decoupage itu?

Decoupage adalah seni melapisi suatu benda dengan bahan seperti kertas, kain, dan sebagainya. Menurut wikipedia, seni ini dipercaya mulai ada sebelum abad ke 10. Dari Siberia (untuk menghias makam), ke Cina (mungkin dari situ asal mulanya kotak berlapis kain motif Cina), dan akhirnya berkembang pesat di Eropa.

Hasil karya decoupage di bawah ini bisa menjadi contoh kegunaan Mod Podge

mod podge letters

Huruf dari karton yang dilapisi dengan kertas bermotif

mod podge results

kaleng, ember plastik KFC, dan kotak sepatu yang dilapisi dengan kain dan kertas bermotif

5-18-09decoupage3

tempat lilin dari kaca – how to decoupage furniture

MS decoupage

bufet dengan laci yang di-decoupage – decoupage a dresser

how-to-decoupage-a-tiny-tin

menghias kaleng bekas permen – dari sini

Basics 10

melapisi nampan kayu – dari sini

modge-podge-botanicals-frui

menghias gelas putih polos dengan gambar – dari blog favorit

frames

menghias bingkai foto dengan kertas/kain motif – ini link-nya

tiles

membuat keramik dinding/lantai jadi ‘berbeda’ – link aslinya

crafting3

Pot bunga Mod Podge

sepatu mod podge

Bosan dengan sepatu lama? di sini caranya

dan banyak lagi hasil karya lainnya.

Mod Podge dibuat dengan formula khusus, sehingga juga berfungsi sebagai pelindung/sealer. Mod Podge sangat aman digunakan, dan mudah dibersihkan dengan air hangat dan sabun (bila terkena bagian tubuh atau baju). Tapi saat Mod Podge mengering, lapisannya akan melindungi hasil decoupage dengan sangat kuat

Untuk ide, gunakan Google Search dan ketikkan kata, ‘decoupage ideas‘, ‘Mod Podge Ideas‘, dll

Atau bisa juga membeli buku ini :

buku mod podge rocks

Mod Podge Rocks! oleh Amy Anderson

Silakan mencoba berkreasi dengan Mod Podge.

Bila anda kesulitan mendapatkan Mod Podge, bisa langsung ke sini

Ikuti terus cerita saya membangun The House We Called Ours

Sampai Jumpa !! Tuhan Yesus memberkati !!

Alat-alat pendamping Mod Podge

Untuk berkreasi dengan Mod Podge (MP), kita membutuhkan beberapa macam alat.

Beruntung, formula MP dibuat dengan kualitas terjamin, sehingga aman dan mudah dibersihkan dengan menggunakan air dan sabun. Sehingga kita tidak perlu kuatir akan apapun juga.

Beberapa alat yang biasanya digunakan adalah :

mod podge tools

Di sebelah kiri adalah roller dan squegee, di kanan adalah kuas dan aplikatornya.

Roller digunakan untuk meratakan bahan yang akan dilapiskan ke benda/barang. Misalnya kain dilapiskan ke boks karton.

Dengan menggunakan roller, bahan kain tersebut akan menempel dengan lebih sempurna, dan gelembung udara tidak akan memasuki sela di antara kain dan boks karton

Squegee digunakan untuk meratakan bahan kain ke sudut2 yang tidak terjangkau oleh roller

Sedangkan kuas dan aplikatornya berfungsi untuk mengkuaskan Mod Podge ke boks karton maupun kain. Semakin baik kualitas kuas, semakin sedikit bekas goresan kuas yang nampak di permukaan.

mod podge tools 2

Alat yang satu ini menggabungkan fungsi roller dan botol MP sekaligus.

Kita hanya perlu mengisi botol kecil di bagian bawah gambar dengan MP.

Setelah mulut botol disambungkan ke roller, maka kita tinggal menggunakan roller seperti menggunakan kuas. Formula MP akan turun dengan sendirinya. Dan kita juga bisa sekaligus meratakan permukaan yang sedang dilapisi.

Praktis sekali, kan.

Selain itu kita juga membutuhkan gunting dan silet (cutter)

TIN CAN VS FABRIC 1

SONY DSC

(X-acto knife)

Bagaimana jika kita kesulitan mendapat alat-alat di atas?

Bisa juga menggunakan barang-barang yang ada di sekitar kita.

Kuas tukang cat bisa digunakan untuk melapiskan MP.

Botol kaca atau penggilas adonan kue juga bisa digunakan untuk meratakan bahan yang ditempelkan.

Atau juga dengan menggunakan spatula atau kape

Plastic Spatula kape

Di post berikutnya saya akan membahas berbagai macam hasil karya yang bisa kita coba dengan menggunakan Mod Podge

Selamat mengikuti cerita saya mewujudkan The House We Called Ours !!

Tuhan Yesus memberkati 🙂

Variasi Produk Mod Podge

Ternyata banyak sekali varian Mod Podge. Setiap varian punya fungsi dan hasil yang berbeda2. Walaupun hasil akhirnya tidak terlalu kentara bedanya.

Mod Podge_DifferentFinishes

Perbedaan hasil akhir beberapa varian Mod Podge

1.Antique Matte; 2.Matte; 3.Outdoor; 4.Sparkle; 5.Glow in the Dark; 6. Kids wash-out; 7.Super Gloss; 8.Crackle

via http://www.ohsoprettythediaries.com/2012/09/the-diy-book-of-spells-with-mod-podge.html

MOD PODGE SAMPLE CONTAINER

Mod Podge Sampler. Per botol isi k.l. 24 gram

(Original Gloss, Original Matte, Sparkle, Outdoor, and Paper Matte)

MOD PODGE SAMPLE CONTAINER 2

Mod Podge sampler 2. Per botol sekitar 12 gram/1 kali pemakaian

Matte, Gloss, Sparkle, Fabric, Paper & Outdoor Mod Podg

(semua gambar : via google image)

Ada Mod Podge Classics, yang terdiri dari 2 jenis : Matte dan Gloss. Menurut http://modpodgerocksblog.com/, Mod Podge (MP) Matte memiliki hasil akhir yang tidak mengkilap. Sebaliknya, MP Gloss memiliki hasil akhir yang lebih mengkilap

Mod Podge yang saya gunakan adalah yang Gloss. Jadi saya belum melihat sendiri seberapa mengkilapnya Gloss bila dibandingkan dengan Matte.

Kemudian Satin MP, dengan hasil akhir di tengah-tengah, antara Matte dan Gloss

 Hard Coat MP, yang lebih cocok digunakan untuk perabot dan semacamnya

Satin MP, dengan hasil akhir di tengah-tengah, antara Matte dan Gloss

Fabric MP, digunakan untuk menempelkan barang pada kain, dan sebaliknya. Tapi pengalaman saya membuktikan bahwa kita bisa menggunakan MP Gloss untuk menempelkan kain pada suatu barang. Butuh percobaan lebih banyak lagi nih 🙂

Paper MP, untuk scrapbook atau melindungi foto supaya tidak menjadi kuning dimakan usia. Menurut produsennya sih, Mod Podge Classics tidak bisa melindungi barang/benda/kertas dari kelapukan.

Outdoor MP, untuk barang/benda yang terekspos cuaca. Jadi bila anda ingin menghias kursi taman dengan Mod Podge, gunakan Outdoor Mod Podge.

Shimmer MP, menjadikan hasil Mod Podge anda bernuansa metalik

Glow-in-the-Dark MP, menjadikan hasil karya anda bersinar dalam kegelapan !! Kayaknya yang satu ini keren banget untuk dicoba.

Puzzle-saver MP, digunakan untuk menyatukan hasil jigsaw puzzle yang sudah kita kerjakan. Caranya dengan menuangkan Puzzle-Saver MP ke atas puzzle, dan dibiarkan kering. Praktis, dan puzzle siap dipajang !!

Glitter MP, digunakan untuk memberi efek glitter pada hasil karya kita. Jadi tidak perlu tambahan bubuk glitter lagi. Ada beberapa varian Glitter MP, yaitu Glitter Hologram Gold dan Silver.

MP Photo Transfer, digunakan untuk menempelkan foto favorit ke permukaan benda yang kita inginkan, seperti kain, keramik, dll. Gambar akan berpindah ke permukaan benda yang ditempeli. Hanya saja, kita harus mencetak gambar dengan menggunakan printer laser (biasanya hanya ada di kantor2)

MP Crackle, digunakan untuk menjadikan hasil karya kita bertekstur seperti telur pecah. Mirip Humpty Dumpty gitu kali ya ……

MP Dimensional Magic, digunakan untuk memberi efek spesial/efek 3 dimensi pada hasil karya kita. MP Dimensional Magic ini punya beberapa varian, di antaranya MP Dimensional Magic, Dimensional Magic Silver, Dimensional Magic Gold

 MP Antique Finish, digunakan untuk memberi efek jadul pada benda.

MP Kids wash-out, untuk digunakan oleh anak-anak. Lebih mudah dibersihkan bila tumpah atau terkena baju/barang. Tapi kekuatan lapisannya lebih ringan. Hasil akhirnya mirip dengan Classic MP Gloss

Brushstroke MP, digunakan untuk memberi efek goresan kuas layaknya seorang pelukis profesional. Brushstroke MP tidak bisa digunakan untuk melekatkan kain/kertas

Mod Podge Furniture, varian baru dari Mod Podge Hardcoat yang dikhususkan untuk perabotan rumah

MP Dishwasher-safe, untuk barang2 yang perlu dicuci, seperti gelas, toples, piring, dan semacamnya

Post berikutnya akan membahas alat2 apa yang penting dimiliki bila ingin bereksperimen dengan Mod Podge, atau decoupage ( belum ketemu bahasa Indonesianya nih )

Saya juga akan mencoba mencari tahu alat mana saja yang bisa kita ganti dengan alat – alat yang ada di Indonesia

Oya, bila anda ingin tahu lebih banyak tentang Mod Podge, silakan kunjungi website ini :

http://modpodgerocksblog.com/

 Selamat mengikuti petualangan saya menjadikan The House We Called Ours !!

Sampai jumpa lagi 🙂